Jadilah Kuat


*Supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada
kekuatan Allah. (1 Korintus 2:5)*

Rasul Paulus yang termashyur itu dan belasan suratnya dijadikan bagian kitab
suci umat Kristen ternyata bukan seorang orator yang hebat. Dia mengaku
sendiri tidak pandai berbicara dan selalu merasa takut dan gentar. (1 Kor
2:1-4, 2 Kor 10:1). Lebih dari itu dia mengaku memiliki kelemahan, mungkin
sejenis penyakit, yang membuatnya tetap rendah hati. (2 Kor 12:17-19).
Lantas bagaimana Rasul Paulus memberitakan Injil dengan segala keterbatasan
dan kelemahannya itu? Jawab: kekuatan Allah.

Rasul Paulus adalah orang yang sangat percaya kepada kekuatan Allah. Baginya
Injil itu bukanlah kata-kata atau retorika belaka tetapi kuasa dan kekuatan
Allah menyelamatkan orang-orang percaya (Roma 1:15). Dia sendiri
menyampaikan ajarannya dengan bergantung kepada kekuatan Allah itu agar iman
pendengarnya juga bukan bergantung kepada diri, hikmat dan kekuatan Paulus,
tetapi semata-mata kepada kekuatan Allah (1 Kor 2:4-5) . Kerajaan Allah
bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa (1 Kor 4:20).

Berbeda dengan Rasul Paulus kita seringkali di dasar hati meragukan atau
menyangsikan kekuatan Allah. Keragu-raguan kepada kekuatan Allah itulah yang
membuat kita sering merasa pusing dan tegang, sulit tidur dan tidak mampu
istirahat. Atau membuat hidup kita selalu diliputi kekuatiran dan ketakutan
tentang terlalu banyak hal. Juga kadang menggoda kita menghalalkan segala
cara termasuk melakukan berbagai hal yang jelas-jelas kita tahu tidak benar.
Dan yang lebih parah, keraguan kepada kekuatan Allah itu acap menghilangkan
sukacita dan kebahagiaan hidup kita, dan menggiring kita kepada
keputusasaan.

Hari ini kita diingatkan agar iman dan pengharapan kita sungguh-sungguh kita
letakkan kepada kekuatan Allah, bukan kepada diri sendiri, keadaan, atau
kepada orang lain. Allah itu hidup dan kuat. Dia sungguh dapat dipercaya
atau diandalkan menolong kita. Sebab itu: jadilah kuat oleh kasih karunia
Allah dalam Yesus Kristus (2 Tim 2:1).
Doa:
*Ya Allah, kepadaMulah kami menggantungkan seluruh hidup dan masa depan
kami. Engkau kuat dan layak dipercaya. Kami mau percaya kepadaMu. Jadikanlah
kami kuat dalam segala kelemahan kami. Biarlah kuasa dan kekuatanMu selalu
nyata di tengah-tengah realitas hidup kami. KepadaMu juga kami
menggantungkan pelayanan dan pengabdian kami. Dalam Kristus kami menyerah
dan berjuang. AMIN.*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: