Seminar ‘Tanaman Obat Indonesia; Pengembangannya sebagai Sediaan Fitofarmaka’ oleh Dr. James Sinambela di kampus PI Del


PI Del menerima kunjungan dari tiga ahli bidang Fitofarmaka yang sedang giat mengembangkan dan mendayagunakan tanaman obat Indonesia yang kaya dengan keanekaragaman hayati. Ketiga ahli tersebut adalah Dr. James Sinambela, Senior Chemist dari Dexa Medica, Dr. Listyani Wijayanti, Staf Ahli Menristek, dan Ir. Arief Arianto, M.Sc., Staf BPPT. Ketiga ahli ini berada di kampus PI Del selama empat hari, 15-18 Februari 2009, dengan agenda kegiatan survey ke lahan obat, pertemuan dengan Kepala Dinas Pertanian Toba Samosir, dan Seminar di kampus PI Del. Seminar dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Februari 2009 di Auditorium PI Del dan dihadiri oleh civitas PI Del dan undangan dari lingkungan sekitar PI Del.

Dalam Seminar ‘Tanaman Obat Indonesia’ yang berlangsung selama 2 jam ini hadir sebagai undangan: Kepala Dinas Pertanian Toba Samosir, Camat Sigumpar, Camat Silaen, Camat Laguboti, Direktur Sekolah Bibelvrow HKBP Laguboti, Direktur Akper HKBP Balige, Perwakilan Rumah Sakit HKBP Balige dan Rumah Sakit Porsea, Perwakilan Dosen Fakultas Pertanian UHN dan Dosen AKFAR YTP Arjuna.

Pembicara dalam acara seminar ini adalah Dr. James Sinambela, Senior Chemist DLBS(Dexa Laboratories Biomolecular Science), PT Dexa Medica, Jakarta dengan Dr. Listyani Wijayanti sebagai Moderator. Dalam seminar ini, Dr. James Sinambela memaparkan tentang ‘Tanaman Obat Indonesia; Pengembangannya sebagai Sediaan Fitofarmaka.’ Dr. James menjelaskan popularitas herba dan pemanfaatannya sebagai obat dan pemeliharaan kesehatan dari waktu ke waktu terus meningkat di seluruh dunia. Dr. James menjelaskan sediaan herba di Indonesia dibedakan dalam tiga kategori: empiris, terstandar dengan uji pre-klikik, dan fitofarmaka, terstandar dengan uji klinis.

Disela-sela presentasinya Dr. James mengingatkan bahwa bumi Indonesia mewarisi kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa dan menempati posisi kedua di dunia setelah Brazil. Dan bila ditambahkan dengan biota laut, maka Indonesia adalah negara terkaya pertama akan keanekaragaman hayati di dunia. Hanya saja saat ini Indonesia lemah dalam bidang marketing. Dr. James menyajikan fakta dimana potensi tanaman Indonesia yang tergolong jenis tumbuhan berkhasiat obat ada sekitar 30.000 jenis, yang sudah dikenal dan dipakai untuk tujuan pengobatan ada 7.000 spesies, dan yang dipakai dalam industri obat tradisional jamu ada sekitar 250 jenis. Dr. James Sinambela, pria kelahiran Muara ini berharap dengan kehadiran BioScience di Del nantinya, akan mampu mengenalkan tanaman obat Indonesia yang berdayaguna bagi kesehatan dan mampu menggugah hati masyarakat untuk sadar akan ‘tradisionalisme’ yang belakangan ini sudah ditinggalkan oleh kaum muda bangsa.

Dalam sesi tanya jawab yang dibagi kedalam dua termin, audience tampak antusias dalam mengajukan pertanyaan kepada pembicara, namun keterbatasan waktu mengharuskan banyak audience lainnya tidak dapat menyampaikan pertanyaan. Ketertarikan audience akan pembahasan ‘tanaman obat Indonesia’ ini mungkin sangat dipengaruhi oleh pengalaman audience yang telah menemukan dan mengenal berbagai tanaman obat tradisional yang sudah ada di sekitar lingkungan hidupnya selama ini namun belum atau bahkan tidak menyadari akan khasiat tanaman-tanaman tersebut. Karena keterbatasan waktu tersebut, hanya enam orang penanya yang memperoleh kesempatan untuk bertanya kepada pembicara.

Moderator, Dr. Listyani Wijayanti, sesuai dengan janjinya sebelumnya untuk memberikan hadiah kepada penanya yang pertanyaanya paling baik, akhirnya memberi keputusan tentang penanya terbaik dalam sesi tanya jawab seminar ini. Keputusan Staf Ahli Menristek ini adalah semua pertanyaan dinilai baik dan akan memberikan hadiah kepada seluruh penanya. Hal ini tentu memberikan kabar gembira bagi semua penanya. Terimakasih kepada Ibu Listyani atas perhatian dan kebijakannya.

Adapun tujuan dari pemanfaatan tanaman obat sebagai sediaan Fitofarmaka ini adalah untuk menjadikan manusia yang sehat. Semoga dengan mengikuti seminar ini setiap peserta termotivasi untuk memelihara dan menjaga keseimbangan lingkungan dan alam dan dengan demikian terciptalah manusia Indonesia yang sehat dan berkwalitas. Mari kita budayakan hidup sehat karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Seusai seminar, Dr. James Sinambela, Dr. Listyani Wijayanti, dan Ir. Arief Arianto, M.Sc segera meninggalkan kampus PI Del menuju Jakarta. Terimakasih atas kunjungan dan sharing ilmu kepada PI Del dan lingkungan sekitarnya, semoga Indonesia menjadi negara yang makmur dan sehat. Bersama kita boleh!(rms)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: