Meraih Kunci Kehidupan Kata Mutiara Einstein


Sumber: www.AnneAhira.com

Kehidupan di dunia kerap membentangkan begitu banyak jalan atau pilihan yang mau tak mau harus kita tentukan. Pada satu atau beberapa jalan yang terhampar, di sanalah kita akan menemukan nilai yang diyakini.

Bukan hanya karena kita merasa nyaman di sana, melainkan seakan ada bisikan hati yang membuat kita teguh menyusuri jalan itu. Namun, bukan tak mungkin kita akan salah memilih, kemudian menyesali pilihan tersebut.

Di saat tertentu, kita terjebak dalam belitan kesulitan yang menghadirkan keputusasaan dalam hidup. Lalu, tiba-tiba fatamorgana menjelma di depan mata, memberikan jalan penyelesaian yang semu. Akankah kita terus melangkah dalam kondisi demikian?

Yang pasti, pada saat itu, keraguan dan ketakutan tak akan tinggal diam agar dapat menguasai benak. Akhirnya, kita pun menjadi kehilangan orientasi hidup yang selama ini menjadi pegangan.

Lantas, bagaimana cara kita menghindari semua keadaan buruk itu sehingga bisa menjadi manusia bernilai?

Kata mutiara Einstein akan berbagi kunci kehidupan dengan Anda.

Di Tengah Kesulitan Terdapat Kesempatan

Tahukah Anda mengapa Tuhan menghendaki cemara sanggup bertahan dalam cekaman dingin salju, sedangkan mawar akan mati di sana? Mengapa pula ranting-ranting cemara yang kurus tak pernah protes atas keputusan Tuhan itu?

Ya, semua itu terjadi karena Tuhan menjanjikan karunia indah bagi cemara. Pohon itu pun paham bahwa di tengah kesulitan hidupnya, pasti tersimpan berjuta kesempatan baik. Kesempatan untuk menjadi lebih kuat dan tegar. Kesempatan untuk mengalahkan pesimisme hidup. Kesempatan untuk menggapai rida Tuhan dengan menjalani takdir-Nya. Kesempatan untuk tumbuh menjulang di antara salju yang menutupi. Kesempatan untuk memaknai perjuangan hidup dengan lebih baik. Kesempatan untuk menjadi pohon pilihan setiap kali Natal datang.

Semua itu membutuhkan tekad kuat serta daya juang luar biasa. Bagaimanapun, kesempatan akan tercipta ketika kedua hal tersebut mengakar kokoh di dalam jiwa.

Kerja Keras Bukan untuk Sukses, tetapi untuk Sebuah Nilai

Banyak orang yang tiada henti memeras keringat hingga tak punya kesempatan menghirup udara segar dan berkumpul bersama keluarga, namun terlupa untuk apa semua itu dilakukan.

Selalu saja kesuksesan yang dikejarnya, tetapi itu pun tak memiliki batasan pasti. Akhirnya, nilai-nilai yang terkandung dalam setiap kerja kerasnya menjadi sia-sia. Padahal, justru nilai-nilai itulah yang membedakan antara pekerja keras dan pekerja cerdas.

Pekerja keras akan terus bekerja tanpa memahami makna upayanya. Ia hanya memperoleh lelah dan kelimpahan upah. Sementara pekerja cerdas dapat menjadi manusia bermakna lewat kerja maksimal dan cerdas. Tak hanya uang berlimpah yang diraihnya, tetapi juga nilai hidup yang sarat makna. Dengan nilai tersebut, ia akan mampu memberikan kontribusi lebih untuk kehidupan, termasuk bagi sesama.

Ingatkah Anda mengapa Einstein bersedia menyerahkan penemuannya tentang bom atom ketika Perang Dunia II meletus?

Demi rasa kemanusiaan dan membantu umat manusia. Inilah alasan mengapa ia mencipta bom atom. Tak pernah terlintas di benak Einstein untuk menghancurkan manusia dengan penemuannya, yang tak pernah disangkanya justru disalahgunakan para penjahat PD II. Ya, kerja kerasnya hanyalah untuk sebuah nilai betapa kemanusiaan adalah segalanya, melebihi kesuksesan itu sendiri.

Orang yang Tak Pernah Melakukan Kesalahan Adalah Orang yang Tak Pernah Berusaha

Pernahkah Anda dihantui rasa takut salah, ketika mengusahakan sesuatu?

Mayoritas orang pernah dihinggapi perasaan semacam itu, terlebih saat pertama kali mencoba sesuatu. Memang tak ada yang salah dengan ketakutan tersebut. Namun, jika rasa takut itu telah menghilangkan akal sehat atau membuat Anda berhenti berusaha, Anda harus segera menepisnya.

Lihatlah bagaimana anak-anak begitu bergairah mencoba hal baru tanpa merasa takut salah. Kendati harus jatuh, terluka, atau keliru, semua itu tak membuat mereka berputus asa dan berhenti mencoba. Begitu pula dengan diri Anda di masa kecil dulu.

Namun, seiring dengan bergulirnya usia, keberanian serta kepercayaan diri Anda terkikis. Tiba-tiba saja Anda menjadi gamang untuk berusaha menggapai cita-cita hingga akhirnya tak pernah melakukan kesalahan dalam hidup Anda.

Alangkah meruginya Anda bila itu sampai terjadi. Oleh karena itu, mulailah berani menentukan langkah dan berupaya maksimal walaupun berbagai kemungkinan akan terjadi di depan sana. Siapkan saja perencanaan matang dan upaya untuk mengantisipasi hambatan agar Anda dapat menekan tingkat kesalahan.

Jika Kita Menerima Keterbatasan Diri, Kita Akan Mampu Melampaui Keterbatasan Itu

Tuhan memang Maha Adil. Dia ciptakan umat manusia dengan segala kekurangan agar dapat saling melengkapi. Sayangnya, kekurangan tersebut membuat manusia sering berkeluh kesah, terpuruk dalam hidup, bahkan menolak kekurangan dirinya.

Ia kerap kali tak menyadari bahwa sesungguhnya ada hadiah indah yang Tuhan rencanakan, ketika ia bisa menerima dan melampaui kekurangannya.

Melampaui kekurangan berarti berusaha menutupi kekurangan tersebut dengan kelebihan positif yang dimiliki. Misalnya, gadis yang tak cantik namun pandai menjahit, ia dapat membuka usaha konveksi atau butik.

Selain bisa mandiri, ia juga dapat membuka lowongan kerja untuk tetangganya. Dengan begitu, ia telah menjadi manusia yang bermanfaat sehingga kekurangannya tak lagi mengganggu.

Jangan Pernah Berhenti Bertanya

Bertanya adalah pintu menuju kearifan. Lewat pertanyaan yang diajukan, seseorang akan belajar berpikir dan membaca fenomena di sekitarnya. Ia akan berimajinasi dalam pencarian solusi hidupnya. Pertanyaan itu pula yang akan mendorongnya untuk mencari jawaban bijak dan cerdas agar hari depannya lebih baik.

Berbagai penemuan di dunia juga bermula dari sebuah pertanyaan. Maka, tak ada ruginya Anda gemar bertanya, lalu memikirkan jawabannya. Sehingga, Anda tak tersesat saat menjalani kehidupan ini. Kearifan pun akan menjadi nyala obor yang menerangi setiap langkah diri. Karena itu, janganlah malu bertanya.

Begitulah kata mutiara Einstein berbicara tentang kehidupan. Semoga Anda dapat memaknai kunci kehidupan itu dengan lebih baik.