Fakta-Fakta Cloud Computing


Cloud computing merupakan revolusi baru untuk menyampaikan layanan IT bagi perusahaan kecil maupun besar. Sebagai seorang IT profesional, Anda dituntut turut mengambil peranan penting seiring dengan transisi yang dilakukan oleh perusahaan Anda. Hal ini merupakan kesempatan emas bagi Anda untuk memasukkan nilai bisnis yang sesuai melalui strategi, taktik dan pemahaman Anda akan cloud computing dan keterkaitannya dengan tujuan perusahaan Anda.
Saat ini marak berkembang konsepsi yang kurang tepat terkait dengan teknologi cloud computing dan apa saja yang ditawarkan oleh teknologi ini. Bila kita dapat memahami lebih jauh tentang teknologi ini, hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi organisasi Anda agar dapat memanfaatkan cloud computing dan berkembang dengan lebih pesat.
Halaman ini dirancang oleh Microsoft Cloud Services dengan tujuan memfasilitasi Anda dengan sumber-sumber informasi yang tepat untuk memulai perjalanan Anda menuju sukses. Anda dapat memulainya dengan mempelajari fakta-fakta seputar cloud computing dibawah ini, atau dengan membaca sumber-sumber informasi lain yang terdapat pada panel kanan halaman ini.

Terdapat 13 mitos mengenai cloud computing :
1. Keamanan Pekerjaan
MITOS :
Jika perusahaan tempat dimana saya bekerja menggunakan Microsoft Online Services, maka pekerjaan saya sebagai administrator Exchange akan berakhir.

FAKTA :
Peranan Anda sebagai administrator Exchange tidak akan hilang sehubungan dengan digunakannya cloud computing, karena tentunya masih ada pekerjaan on-premise yang harus Anda selesaikan. Anda masih berkewajiban mengelola para pengguna (user) dan mailbox mereka. Anda juga masih bertanggung jawab mengelola data-data spesifik perusahaan yang diimplementasi menggunakan custom workflow. Pengelolaan cloud services akan menghemat waktu dengan adanya beberapa task/pekerjaan yang tidak lagi harus Anda kelola (on-premise), sehingga Anda dapat memiliki lebih banyak waktu untuk fokus memaksimalkan peranan Anda bagi perusahaan.

2. Perubahan Peran IT
MITOS :
Jika perusahaan tempat dimana saya bekerja menggunakan public cloud services seperti Windows Azure, maka peranan saya akan menjadi kurang teknikal.

FAKTA :
Peranan IT Pro pada perusahaan akan menjadi lebih penting lagi jika perusahaan tersebut memilih menggunakan public cloud services seperti Windows Azure. Windows Azure memfasilitasi pemindahan aplikasi-aplikasi off-premise ke cloud, namun selain itu, aspek-aspek lain terkait dengan pengelolaan aplikasi masih merupakan tanggung jawab para IT Pro, seperti monitoring, updating, integrasi dengan beberapa layanan seperti Active Directory, security dan network monitoring.

3. Ketersediaan Pekerjaan
MITOS :
Jika perusahaan tempat saya bekerja menggunakan cloud computing, maka peranan saya sebagai IT Pro akan berakhir.

FAKTA :
Perusahaan akan memanfaatkan cloud computing untuk mendapatkan kesempatan berhemat dari sisi hardware dan software. Namun penghematan yang dapat dilakukan tersebut akan terancam dengan adanya eliminasi peranan IT Pro, karena sesungguhnya masih banyak permintaan untuk security space, network management, integration skills, active Directory dan infrastructure management. Peranan para IT Pro akan berkembang seiring dengan ketersediaan siklus komputasi dan peningkatan networked storage. Hal yang perlu dipikirkan baik-baik oleh para IT Pro adalah apakah mereka sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk memiliki strategi yang tepat dalam menempatkan peranannya bagi bisnis perusahaan?

4. Kontrol Data
MITOS :
Perusahaan tempat dimana saya bekerja akan terpaku pada satu vendor saja dan kehilangan kontrol terhadap datanya jika memanfaatkan cloud.

FAKTA :
Faktor penting dari cloud services adalah fleksibilitas. Setiap aplikasi dapat memanggil aplikasi lainnya yang berada pada cloud berbeda dan data yang bersangkutan juga dapat disimpan dimana saja, termasuk pada jaringan milik Anda sendiri, namun tetap dapat diakses oleh aplikasi-aplikasi yang terdapat di cloud. Tidak ada provider cloud yang menawarkan layanan yang akan membuat Anda kehilangan kontrol sepenuhnya terhadap data yang Anda miliki. Solusi cloud terbaik yang ditawarkan merupakan perpaduan antara on dan off-premise services. Hal terpenting yang harus dijamin oleh provider manapun yang akan Anda gunakan adalah keamanan data perusahaan. Oleh karena itu, Anda tentunya tidak akan memilih vendor yang akan membuat Anda kehilangan kontrol terhadap data perusahaan Anda.

5. Integrasi
MITOS :
Tidak akan ada lagi permasalahan integrasi ketika aplikasi-aplikasi dipindahkan ke cloud.

FAKTA :
Tim IT Anda harus tetap bertanggung jawab penuh terhadap kompatibilitas aplikasi dan integrasinya, sama seperti yang mereka lakukan sebelum memanfaatkan cloud. Ketika suatu aplikasi stand-alone dapat dipindahkan secara independent dari sistemnya, tetap akan dibutuhkan integrasi terhadap on-premise selayaknya aplikasi-aplikasi cloud lainnya.

6. Keuntungan Cloud
MITOS :
Hanya bisnis-bisnis berskala kecil saja yang dapat merasakan manfaat penghematan biaya dari penggunaan cloud computing.

FAKTA :
Keuntungan yang ditawarkan oleh cloud computing tidak hanya berlaku bagi perusahaan berskala kecil saja, tetapi juga untuk jenis perusahaan lainnya, baik menengah maupun besar. Saat ini telah banyak perusahaan yang turut mengambil kesempatan menggunakan cloud. Microsoft sendiri telah memiliki 40 juta pengguna online services, termasuk perusahaan berskala besar dan kecil. Saati ini juga telah terdapat 10.000 perusahaan yang menggunakan Windows Azure, beberapa diantaranya adalah 3M, Siemens dan T-Systems.

7. Private Cloud
MITOS :
Perusahaan tempat dimana saya bekerja akan memperoleh semua keuntungan yang ditawarkan oleh cloud computing dengan “private” cloud yang berjalan pada hardware milik sendiri.

FAKTA :
Perusahaan Anda dapat memanfaatkan semua keuntungan yang ditawarkan oleh private cloud. Namun hal penting yang harus Anda ingat mengenai private cloud adalah bahwa Anda merupakan pemilik dari item terkait seperti, hardware, software dan bahkan uptime management accountability. Hal ini menandakan bahwa Anda berkewajiban mengelola infrastruktur dan kapasitas yang dibutuhkan agar sesuai dengan SLA internal sama seperti apa yang telah Anda lakukan saat ini. On-Premise private cloud merupakan capital expenditures dimana perusahaan akan memindahakan aset-asetnya ke cloud yang dioperasikan oleh provider, seperti Microsoft. Untuk dapat lebih merasakan manfaat yang ditawarkan oleh private cloud, maka penghematan yang berhasil dicapai dari peningkatan utilisasi infrastruktur yang ada haruslah lebih besar dari peningkatan biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan cloud. Alternatif lain yang dapat ditempuh adalah dengan memilih provider untuk hosting private cloud Anda, dimana Anda tidak perlu lagi memikirkan tentang pengelolaan hardware karena hal tersebut akan ditangani oleh provider yang bersangkutan, sehingga Anda dapat memotong budget capital Anda dan mengalokasikannya untuk biaya operasional (OpEx). Private cloud merupakan pilihan yang sangat eksklusif, dimana Anda harus mampu membiayai biaya pengelolaan untuk semua resource yang Anda miliki dibanding membagi tanggung jawab tersebut dengan pihak lain. Namun mungkin saja pilihan ini akan jauh lebih murah untuk sistem yang Anda jalani saat ini.

8. Efisiensi
MITOS :
Perusahaan tempat dimana saya bekerja harus memindahkan semua aplikasi yang ada agar dapat memperoleh manfaat yang maksimal dari cloud computing.

FAKTA :
Seperti kita ketahui, memindahkan keseluruhan datacenter ke cloud merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Hal tersebut juga tidak direkomendasikan oleh banyak provider. Anda dapat memulainya dengan memilih aplikasi-aplikasi mana saja yang akan mendatangkan lebih banyak keuntungan jika dipindahkan ke cloud. Carilah aplikasi yang sangat sering digunakan untuk periode singkat setiap bulannya dan akan idle setelahnya atau aplikasi yang tidak terlalu banyak memakan resource secara berkelanjutan, karena cloud memiliki kemampuan untuk menambahkan dan mengurangi permintaan resource. Cloud dapat bekerja sangat fleksibel untuk dapat mengakses resource yang akan dialokasikan untuk aplikasi-aplikasi lainnya dan bahkan untuk customer lainnya ketika idle.

9. Tipe Cloud
MITOS :
Hanya ada satu jenis “cloud”.

FAKTA :
Ada beberapa tipe cloud seperti, “Customer Cloud”, merupakan private cloud yang dihost pada server milik perusahaan Anda sendiri (on-premise). “Partner Cloud” merupakan jenis lain dari private cloud yang dihost pada suatu provider, kemudian “Public Cloud” merupakan layanan-layanan aplikasi dan jaringan web yang terhubung (loosely connected) satu sama lain. Tipe cloud ini merupakan jenis yang paling banyak diperbincangkan saat ini, termasuk mengenai beberapa tingkat layanan terkait yang belum ada satupun provider yang mendukungnya. Hal yang harus diperhitungkan oleh para IT Pro adalah tuntutan tersedianya protokol yang standar dan mudah dipahami serta kumpulan aplikasi yang harus dikelola.

10. Memulai Cloud
MITOS :
Anda hanya membutuhkan kartu kredit untuk dapat menggunakan cloud computing.

FAKTA :
Anda dapat mulai menggunakan layanan-layanan yang disediakan oleh cloud computing hanya dengan kartu kredit. Sebagian besar layanan cloud menyediakan lingkungan kerja yang dirancang untuk para pemula membangun aplikasi-aplikasinya. Bahkan sebagian besar provider menyediakan resource untuk para pemula secara cuma-cuma. Microsoft salah satunya yang menyediakan hal tersebut melalui Windows Azure.

11. Virtual Machine = Cloud Computing ?
MITOS :
Jika saya menjalankan aplikasi atau suatu layanan jaringan pada virtual machine, sama saja saya telah melakukan cloud computing.

FAKTA :
Dengan memiliki virtual machine tidak berarti Anda telah melakukan cloud computing. Anda memang telah berada pada jalur yang sama dengan cloud computing, namun Anda belum benar-benar memperoleh semua manfaat dan keuntungan yang disediakan oleh cloud computing. Untuk dapat disetarakan dengan layanan yang disediakan oleh cloud, VM Anda harus memiliki kemampuan untuk memperbesar dan memperkecil proses komputasi serta kapasitas storage ketika diperlukan. Selain itu, VM Anda belum tentu dapat mendukung penghematan biaya seperti yang disediakan oleh cloud yaitu Anda hanya akan membayar sebesar apa yang Anda gunakan.

12. Keamanan
MITOS :
Provider cloud tidak dapat menjamin masalah keamanan.

FAKTA :
Meskipun pernyataan ini sedikit banyak ada benarnya, namun hal penting yang harus Anda ingat adalah bahwa menjalankan aplikasi di cloud merupakan suatu bentuk kerja sama yang harus Anda (perusahaan Anda) jalin dengan provider cloud yang Anda pilih. Jika menilik dari sudut pandang fisik, public cloud datacenter merupakan yang teraman diantara datacenter manapun. Namun sejauh ini provider cloud yang memiliki sertifikasi keamanan sekalipun tidak berani menjamin integritas server, aplikasi dan jaringan, jika aplikasi Anda tidak dikelola sebaik mungkin sisi keamanannya. Disinilah para IT Pro akan mengambil peranan penting untuk mensukseskan sistem cloud yang digunakan. Segala jenis pengamanan yang disediakan oleh provider tidak akan berarti jika pengamanan dari sisi perusahaan Anda sendiri lemah.

13. Fleksibilitas
MITOS :
Tidak banyak provider cloud yang dapat dijadikan pilihan.

FAKTA :
Saat ini telah terdapat ratusan provider cloud yang menawarkan layanan dengan jangkauan yang sangat luas. Para pemain terbesar di bidang cloud computing saat ini antara lain: Microsoft, Google, Salesforce.com, dan Amazon. Sedangkan untuk jenis private cloud antara lain: Microsoft, VMWare, Hewlett-Packard dan IBM.

Sumber : http://technet.microsoft.com/id-id/ff934854.aspx#13

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: