My Fairy Tale is My Grand Mother


Dulu aku sangat heran akan sebuah pernyataan yang menyebutkan: “Jika seseorang sudah tua dengan kata lain orang yang berumur, maka dia akan kembali menjadi seperti anak-anak lagi”. Seiring dengan berjalannya waktu akupun sadar akan pernyataan tersebut dan mengakui bahwa memang benar dan terjadi dalam kehidupan ini.

Hal ini bermula saat aku dibesarkan dan didik oleh seorang wanita tua yang kuat dan lelaki tua yang penyayang. Mereka adalah opungku yang terkasih dan sekaligus menjadi malaikat yang dititipkan Tuhan untuk mengasuh aku sampai sebesar ini. Waktu serasa cepat berlalu dulu ketika aku berusia 1 tahun aku yang selalu disulang-sulang ketika aku malas makan. Sampai-sampai keliling seluruh kompleks rumah Gang Setia Pematangsiantar. Dulu aku memang susah makan aku akui. πŸ˜€

Ketika usia 5 tahun waktunya aku akan sekolah. Semangatku untuk sekolah sangatlah tinggi sampai-sampai opung doli senang dan mencarikan sekolah TK yang terbaik di kota Pematangsiantar. Akhirnya pilihan tersebut jatuh di TK Sw. Methodist Pematangsiantar yang sudah terkenal dan terbaik pada jamannya dan juga sampai sekarang. (sekalian promosi hehe :))

Waktu sangat cepat berlalu hingga pada saat aku berusia 8 tahun tepatnya kelas 3 SD sesuatu kejadian yang sangat tidak diharapkan terjadi. Yakni kehilangan sosok opung doliku yang sangat kucintai sampai selama-lamanya. Hal ini tentunya sangat mengoncang jiwa opung boruku dan sekaligus menjadi pukulan bagi diriku karena tidak dapat bercanda lagi dengan dirinya, melihat senyumnya, kebaikannya, keramahannya, dan semangatnya untuk memperjuangkan hidup yang lebih baik. Masih teringat dalam memoriku ketika pulang sekolah opung doli selalu membelikan panggang dari Gedung 4 lantai 2 tepatnya tempat siregar. Ketika julan jasnya terjual maka opung doli segera membelikan pangsit untuk disantap bersama dirumah. Hal tersebut sangat tidak dapat dilupakan. Terimakasih opung doliku M. Turnip, aku akan selalu mengenangmu dan semua kisah perjalan hidup denganmu akan selalu terukir indah dalam hati sanubariku.

Saat itulah aku selalu mendapatkan didikan dan bimbingan dari opung boruku. Dengan perlakuan yang sama dari opung doli, namun agak sedikit strict dan lebih remenglah. Haha πŸ™‚ Maklum Boru Nainggolan. Tapi hal itu tidak mengurangi rasa cintaku kepada opung boruku yang satu ini. Dia selalu mensupport diriku dikala aku jatuh, dikala aku sakit, dikala aku sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Dia selalu ada buatku dan dengan kebaikan dan kasih sayangnya selalu memberikan ketenangan didalam hatiku. Sangat tersurat jelas dalam memoriku bagaimana management keuangan opung boru yang sangat baik, kayaknya sih hampir sama dengan Ibu Sri Mulyani lah 11:12 cek :D. Tapi sekarang dia sudah tua, tubuhnya pun sudah tidak kuat lagi seperti dahulu kala. Bahkan memori pengingatnya sudah tidak berkerja dengan baik lagi. Satu hal yang sangat patut dicontoh dan diteladani dari Opung Boru H. Br. Nainggolan yaitu semangatnya untuk selalu melihat kedamaian diantara anak-anak dan semua keturunannya. Tidak peduli apa yang terjadi pada dirinya, dia selalu memperjuangkan kedamaian tersebut. Dan bahkan sampai setiap pesan-pesannya. Tapi akankah hal tersebut bisa diingat terus oleh anak-anaknya? Hanya waktulah yang akan menjawabnya.

Sosoknya yang kuat kini telah lemah dan keriput. Bahkan untuk berjalan pun sudah sudah baginya. Disaat-saat inilah aku yang sudah merasakan kasih sayangnya saat kecil hingga sekarang aku sedemikian. Aku pun sangat bahagia ketika dapat membangunkannya di Pagi hari dengan sapaan:”Selamat Pagi Opung Nainngolan, waktunya sarapan”. πŸ™‚ Ia pun menjawab dengan senyuman indah. Aku sudah membuatkan sarapannya serta menyulangi sarapannya sesuap demi sesuap hingga habis. Hal ini yang membuat diriku merasa nyaman dan tenang ketika menikmati saat-saat atau moment indah dalam hidup. Sangat berkesan dan tidak dapat dilupakan. Ketika teringat juga akan waktu yang bergerak terus, dahulu dia yang menyulangi aku yang malas makan, tetapi sekarang keadaan berbalik. Tapi aku sangat berterimakasih akan kebaikan, didikan, dan kasih sayang dari Opung boru. Takkan bisa terbalas dengan apapun. Hanya bisa kubalas dengan perbuatan-perbuatan baik yang telah diajarkan selama ini. Walaupun tanpa kasih sayang ayah ibu sejak kecil, seseorang dapat bertumbuh dengan baik karena hal tersebut sudah tergantikan dengan malaikatku didunia ini yaitu kedua opungku yang sangat kucintai. Ucapan syukur selalu kupanjatkan karena aku dapat menikmati hidup dengan kasih sayang mereka, dikala aku melihat anak yang selalu bersama dengan ayah ibunya. Opungku sudah kuanggap seperti ayah dan ibuku didunia ini. Terimakasih Tuhan atas kehadiran mereka berdua dalam hidupku. Semoga Tuhan selalu memberkati. πŸ™‚

Satu pemikiran pada “My Fairy Tale is My Grand Mother

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s