Penyiksaan yang teramat-amit



Tersiksa itu lah kata yang bisa terungkapkan ketika anda merasakan mence atau bahasa modernnya itu diare. 🙂

Sudah hampir 4 hari aku merasakan penyakit sialan ini, hadehh asli bos menderita lahir batin lah. Kadang nanti siap makan pengen ke kamar mandi karena rasanya sudah terujung dan pengen dikeluarkan. *agak jijik juga ya mendengarkannya* wkwkwwk

Gak tau nih gara-gara makan apa bisa jadi seperti ini, padahal makananku biasa-biasa ajahnya. Biasanya sih snackku: nasi goreng, mie goreng, dan indomie kuah. Maklum lah masih dalam tahap pertumbuhan nih badan. *narsis*. Padahal sudah ampe ke klinik loh meminta surat keterangan sakit.

Berikut merupakan perbincangan Dokter Klinik dengan saya:

S: Dok, minta dibuatin surat keterangan sakit donk.
D: Emank sakit apa ya?
S: Sakit perut dok.
D: Pasti bohongkan kata dokter yang mulai iseng.
S: Gak, donk dok asli lemas awak karena semua cairan tubuh keluar tapi itu tadi pagi ajah. 😦

Dokter pun dengan baik hati membuatkan surat keterangan sakit saya dengan mengisi data yang ditanyakan kepada saya. Kemudia tiba-tiba dokter pun bingung sendiri.
D: Kamu bohong ya kalimat itu diulangi lagi oleh dokter karena saya sama sekali tidak meminta obat.
S: Memang sore nih perasaanku uda baikan sih dok, jadi gak perlu obat-obat segala lah. Maklum aku merupakan seseorang yang anti sama obat dan suntik. Pengecualian ya buat dokter dan suster yang cantik… hehee 😀
D: Okelah yakin ya kalo memang uda sehat.
S: Siap, yakin dok. Namanya juga Tarzan bisa sembuh kapan ajah.. wkwkwk

Itulah kira-kira perbincangan hangat yang terjadi… Bla…bla…bla… sampai akhirnya surat keterangan sakit ada ditangan saya. *Horayyyyyy Horaaayyy*

Laporan pun segera dilayangkan kepada semua pihak yang terkait seperti walikota pematangsiantar, camat laguboti, gubernur sumut, dll. Terutama kepada pacar aye nih karena ini laporan wajib adanya. wkwkwk 🙂

Tapi ternyata karena kejugulan saya akan penyakit diare itu, dia pun datang lagi esoknya secara mendadak dan dalam tempo sesingkat-singkatnya Studio, 14 Agustus 2012 Pukul 03.00 WIB Dini hari. Saat dimana semua cairan dalam tubuh juga terkuras tanpa sisa sampe keubun-ubun rasanya cek… Abisss.. bis… bis…

Ampe malamnya pun saya men-text teman yang kebetulan sebagai dokter di kampus nih untuk meminta obat penyakit diare ini. Akhirnya obat pun ditangan saya dan saya langsung mengeksekusi obat itu. Tapi apa yang terjadi saudara-saudara, penyakit diare itu gak kalah cek. Dia tetap saja bertahan mengerogoti tubuh saya. Agak didramatisir biar acem kena penyakit apa gitu. hohoo

Mungkin nih si diare berpikirin rasain luh kemarin uda ditanya mau obat atau enggak katanya enngak sekarang loh malah makan obat sudah telat kaleee… Itulah mungkin pemikiran si diare itu berdasarkan hasil wawancara saya dengan dia berlokasi di toilet. wkwkwk 😀

Padahal Negara RI bentar lagi nih mau merdeka dan umat muslim pun sudah akan menyambut hari raya besar lebaran. Padahal diriku masih disiksa oleh si diare kutu kumpret nih.. Ampun deh diare gak lagi kek gitu… *sembah-sembah dan mohon-mohon*. Siapa tau ajah si diare dengar ya. 😀

Ya uwes la nanti bakalan capek juganya si diare dan kalo capek pasti dia bakalan perginya itu betul gak ya? 🙂

Tak lupa juga nih saya mengucapkan Salam Kemerdekaan RI yang ke-67 dan Selamat Menyambut Lebaran bagi umat yang merayakan. 😀 Semoga diriku merdeka juga…

Merdeka… Merdeka… Merdeka…

Iklan

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s