Kebingungan Rohani


Reposting From My Best Friend Note, Dede Hutabarat:

Ada kalanya Tuhan mengizinkan hal2 yang hadir dlm hidup kita, yang membuat kita mengalami kebingungan. Hal ini Tuhan izinkan terjadi ada maksud yang ingin Tuhan sampaikan.

Dalam kondisi kebingungan rohani ada 3 hal yang dialami anak Tuhan :

1. Lukas 11 : 5 – 8

(selubung persahabatan), sepertinya persahabatan or relationship kita dgn Allah ada yang menghalangi. Yesus menggambarkan Åϑå seorang sahabat yg seolah2 tdk peduli dgn sahabatnya. (Jangan heran jka suatu saat kita brada pada kondisi, dmana Tuhan seolah2 tdak peduli, ktika kita merasa sdh berdoa berkali2 nmun tdk Åϑå jwban driNya, bukan karena Tuhan tidak ingin menjawab namun kita seringkali tidak teguh menantikan Tuhan).

2. Lukas 11 : 11 – 13

(Bayang2 pada sifat keBapaan) Terkadang kita mendapati Bapa yang “tidak sewajarnya” Kita mulai sering meragukan sifat keBapaanNya, dan kita mulai melihat ketidakwajaran dlm sifatNya. Dia bukan Bapa yang tidak mampu melakukan stiap hal Ÿª♌g kita inginkan, namun Dia mau kita belajar tetap setia, sabar, dan menanti-nantikan maksud Tuhan yang terjadi dlm hidup kita. Agar kita dapat melihat Dia secara utuh bukan dalam bayang2, atau dalam keadaan pudar.

3. Lukas 18 : 1 – 8

(Keanehan kesetiaanNya) Dalam kondisi “galau atau kebingungan rohani” sering kali kita melihat keadilan Tuhan itu aneh. Dengan melihat ilustrasi janda itu, kita diajarkan sprti janda tdi yang tidak jemu2 berdoa pada Tuhan. Terus berdoa, dan tetap teguh dalam Tuhan.  Tapi ingat yang harus kita lakukan ketika kita mengalami “KEBINGUNGAN ROHANI”jadi-ikut-bingung

Setelah kita mengalami kebingungan rohani tdi Åϑå 4 hal yang hrus kita renungkan atau sadari :

1. Katakan kepada Allah secara persis apa yang kita rasakan (Ayub 7 : 11)

Mazmur 116 : 10 mengakui keputusasaan kita merupakan suatu tindakan or pernyataan iman

Keterbukaan Daud sebenarnya menunjukkan iman yang dalam:

#dia percaya kepada Allah

#dia percaya bahwa Allah akan mendengar doanya

#dia percaya bahwa Allah akan membiarkannya mengatakan apa yang dia rasakan dan tetap mengasihinya.

 

2. Pusatkan perhatian pada keberadaan Allah, sifatNya yang tidak berubah.

Ingat sifat2 Allah Jangan pernah meragukan di dalam gelap yang Allah katakan kepada anda di dalam terang. (Rick Warren)

 

3. Percaya bahwa Allah menepati janji2Nya.

 

4. Ingatlah apa Ÿª♌g telah Allah kerjakan bagimu.

Ingatlah Yesus telah mati bagi kita. Dengan kematianNya, kita hidup dan memiliki segalanya. Jangan pernah bertanya2 lagi tentang apa yang bisa kita syukuri. Jika kita pun tidak ada satu hal pun dalam hidup ini yang dapat kita syukuri, lihatlah dua ribu tahun yang lalu, Dia memberikan AnakNya untuk mati bagi kita.

Dengan begitu, tidak ada satu alasanpun yang membuat kita tidak bersyukur dalam hidup ini, hanya dengan mengingat kematianNya.  Rick Warren menuliskan dalam bukunya “The Purpose Driven of Life” yaitu : Ketika anda merasa ditinggalkan oleh Allah, tetapi anda mempercayaiNya, anda sedang menyembah Dia dengan cara yang terdalam. (Rick Warren)

Ibrani 13 : 5b

Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.

Ketika kita merasa jauh, renungkanlah agar kita tetap fokus pada hadirat Tuhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: